My Life - My Story
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kawan. Tampilkan semua postingan
Mengenal Rosulullah saw lebih dekat
Keagungan Muhammad SAW (1)
Apakah Kita Telah Mengenal Nabi
Kita ?
Apakah Kita benar-benar kenal
Nabi Kita? Yaitu kenal secara lahir
dan batinnya, jasmani, maknawi
dan rohaninya Atau Kita hanya
kenal secara lahir sahaja, tidak
lebih daripada itu?! Atau Kita
kenal secara ngasal saja?
Sebenarnya kalau Kita kenal
secara lahir dan batin, jasmani,
rohaniahnya pribadi Nabi Kita
Pasti Kita jatuh hati kepadanya,
Kita akan cinta, Kita akan
menyebut selalu namanya
Melalui selawat dan ingatan
terhadapnya, Kita akan terasa
terhutang budi kepadanya
Karena kedatangannya dan
jasanya kepada dunia
Muhammad SAW Nabi Kita...
Nabi Kita, Dia seorang manusia
istimewa,
Luar biasa yang tiada taranya
Dia adalah manusia yang paling
mulia di sisi Allah Taala
Mari kita bercerita tentangnya
secara ringkas agar Kita kenal
Nabi Kita sendiri...
Siapa dia yang sebenarnya?
Dia adalah Muhammad anak
Abdullah, ibunya Aminah
Bangsa Quraisy dari Bani
Hasyim
Nasabnya hingga ke Nabi
Ibrahim
Dia adalah anak yatim piatu..
Seorang anak yang tidak pernah
dapat bermanja dengan ibu
bapanya seperti orang lain
Dia lahir dari keluarga yang
miskin dan dipelihara pula oleh
keluarga yang miskin
Dia adalah makhluk yang
pertama dan utama yang paling
dicintai oleh Tuhan
Yaitu yang diberi nama Nur
Muhammad
Dari Nur Muhammadlah seluruh
yang ada dicipta dan
diwujudkan
Syurga, Neraka, dunia, Akhirat,
para malaikat, Arasy, Kursi,
Sirat,
manusia, jin, hewan, jamadat
dan lain-lainnya
Artinya kalau bukan karena Nabi
Muhammad SAW,
Yang lain tidak akan diwujudkan
Karenanya itu Nabi kita
membawa rahmat zahir dan
batin
Kepada seluruh makhluk Tuhan
Dia adalah makhluk yang awal
dari ruh diwujudkan,
sebagai Jasad akhir keturunan
para Nabi
Dia adalah satu-satunya Nabi
yang diisra ’kan dan dimi’rajkan
Mukanya laksana bulan purnama
karena cahayanya yang terang
Dia hamba Allah yang paling
bertaqwa dan paling takut
dengan Tuhan
Karena itulah dia dipanggil
Habibullah oleh Allah
Ketua seluruh para Rasul dan
para Nabi
Penghulu seluruh orang yang
bertaqwa
Imam seluruh manusia
Syariatnya untuk seluruh jin dan
manusia dan penutup seluruh
syariat
Orang yang memberi syafa ’atul
kubra di Akhirat dan orang yang
pertama
masuk Syurga
Al Quran kitab yang diturunkan
kepadanya paling lengkap
Merupakan mukjizatnya yang
kekal dan paling agung
Tiada siappuna yang dapat
menirunya
Dia memiliki ilmu dunia dan
Akhirat
Sekalipun dia tidak menulis dan
membaca
Nabi kita mempunyai akhlak
yang paling mulia dan tiada
taranya
Bahkan lebih mulia dari para
malaikat
Terutama kasih sayangnya
kepada manusia begitu terasa
Tawadhu ’nya ( rendah diri )
adalah pakaian pribadinya
Karena itulah dia sanggup
duduk, makan, minum, tidur,
baring dengan
fakir miskin, Menziarahi orang
sakit, mengiringi jenazah
Tiada seorang pun yang melihat
mukanya melainkan jatuh cinta
kepadanya
Bahkan seperti orang mabuk
tidak dapat melupakannya
Sangat kasih dan simpati dengan
fakir miskin, anak-anak yatim
dan
janda-janda
Pemurahnya laksana angin
kencang yang sangat laju
Orang yang mampu bergaul
dengannya berbagai macam
strata
Adakalanya laksana ibu dan ayah
Adakalanya seperti kawan yang
membela dan setia
Adakalanya terasakan bagai guru
Adakalanya sebagai pemimpin
Adakalanya bagaikan Panglima
Setiap orang yang satu majelis
dengannya merasakan dapat
layanan yang
memuaskan darinya
Akhlaknya yang tinggi membuat
Tuhan memuji
Keberaniannya luar biasa
Dia berjalan seorang diri di
hadapan musuh-musuhnya
Tidak sedikit pun takut dengan
raja-raja
Setiap orang yang meminta
tidak pernah dikecewakan,
sekalipun
terpaksa berhutang dengan
manusia
Ibadahnya banyak
Sembahyangnya hingga
bengkak-bengkak kakinya karena
terlalu
lama berdiri di hadapan
Tuhannya
Tidak pernah mendoakan
musuh-musuhnya dengan
kejahatan
Sangat suka meminta maaf dan
memberi maaf kepada siapa saja
Dia membalas kejahatan orang
dengan kebaikan
Satu perbuatan yang luar biasa
Tidak pernah menghina,
mencaci dan merendah-
rendahkan orang lain
Sangat pemalu dan merendah
diri
Sangat menerima alasan ijin
seseorang
Sangat tahan menerima ujian
dalam berbagai bentuk dan
keadaan
Karena itulah dia dapat menjadi
ketua Ulul Azmi para Rasul
alaihimussolatuwassalam
Dia suka kepada seseorang
karena Allah dan murka juga
karena Allah
Hatinya selalu terjaga, matanya
saja yang tidur tapi hatinya tidak
tidur
Karena itulah dia tidur tidak
membatalkan wudhunya
Di dalam hidupnya 74 kali terjadi
peperangan, 27 kali dia ikut serta
tetapi tidak pernah membunuh
musuh-musuhnya walaupun
seorang
Karena menegakkan kebenaran,
pernah dilempark dengan
najis,dilempar dengan batu
hingga berdarah, diboikot
selama
tiga tahun, dikepung, hendak
dibunuh, berhijrah
meninggalkan tanah
air dan mendapat berbagai
kesusahan dan penderitaan
Kemuliannya di sisi Allah Ta’ala
begitu ketara dan terasa
Hingg namanya disandingkan
dengan nama Tuhannya
di dalam dua kalimah syahadah
sebagai bukti syahnya Islam
dengan mengucap namanya
bersama dengan nama
Tuhannya
Doa yang hendak dikabulkan,
awal dan akhir ditutup dengan
sholawat kepadanya
Doanya sangat terkabul, bahkan
siapa yang berdoa bertawasul
dengannya
lebih diterima doanya
Siapa yang banyak berselawat
dengannya diberi syafaat di
Akhirat
Siapa yang selalu menyebut
namanya diturunkan rahmat
dan berkat
Mukjizat-mukjizatnya yang
banyak menunjukkan
kebenarannya
Tertulis khatamun nubuwwah di
belikatnya
Peluhnya bak mutiara, wanginya
lebih wangi daripada kasturi
Orang tidak dapat menentang
matanya karena kehebatan yang
terpancar
di wajahnya, musuh-musuhnya
pasti menundukkan
pandangannya bila
menatapnya
Banyak perkara-perkara ghaib
yang dibuka Allah Taala
kepadanya
Sehingga sebagian perkara-
perkara yang belum terjadi
Seperti peristiwa akhir zaman
dapat diceritakannya
Terlalu kuat tawakalnya kepada
Allah Ta ’ala
Hingga makanan yang berlebih
tidak disimpan untuk malamnya
Bahkan diberikan kepada yang
berhak
Apabila dia buang air, tidak ada
kesan membuangnya
Lalat tidak pernah hinggap pada
badannya
Kalau dia berpaling, dia berpaling
dengan seluruh badannya
Tidak pernah makan seorang diri
melainkan berkawan
Tidak pernah mencerca
makanan
Kalau dia tidak suka, dia tidak
makan-makanan itu
Sangat menghormati dan
memuliakan tetamunya
Terlalu menjaga hak-hak
sekalipun kepada orang kafir
Terlalu mengutamakan orang
lain daripada dirinya sendiri
Tidak pernah melaknat sekalipun
binatang
Apa yang dikatakannya ibarat
mutiara
hingga sangat mempengaruhi
orang yang mendengarnya
Dapat menyatupadukan
manusia yang berbagai-bagai
etnik, kaum,
bangsa dan yang berlainan
warna kulit, bahasa dan budaya
Bahkan dapat menanamkan
kasih sayang satu sama lain di
kalangan
manusia
Melahirkan manusia yang begitu
taat dan patuh kepada syariat
Tuhannya
Sangat unggul dalam melahirkan
manusia yang tinggi akhlak dan
moralnya
Mampu menjadikan dunia bersih
daripada noda dan dosa
Sukses menjadikan setiap orang
rasa berpuas hati di bawah
naungan
pimpinannya sekalipun yang
bukan Islam
Mereka merasakan dia adalah
pelindung dan penyelamat
kepada seluruh
makhluk sekalipun binatang
Itulah dia Muhammad Rasulullah
SAW
Itulah dia nabi kita, manusia luar
biasa,
Yang istimewa kejadian dan
akhlaknya paling sempurna,
tiada
tandingannya
Baru sedikit saja kita ceritakan
tentangnya, sudah
mengagumkan kita
Apakah pribadi yang seperti ini
kita tidak jatuh hati kepadanya?
Apakah manusia ini kita bisa
melupakan begitu saja?
Apakah kita tidak terasa
terhutang budi kepadanya?
Bahkan patut bersyukur
kepadanya sepanjang masa
Dapatkah kita samakan dia
dengan pemimpin-pemimpin
yang lain di
dunia?
Jauh panggang dari api, bagai
langit dengan bumi
Salam ’alaika Ya Rosulullah,
http://www.rumah-yatim-
indonesia.org/
Keutamaan bulan rajab
Diriwayatkan bahwa Nabi
SHALLALLAHU ‘ALAIHI
WASALLAM telah bersabda:
"Ketahuilah bahwa bulan
Rajab itu adalah bulan ALLAH,
maka barangsipa yang
berpuasa satu hari dalam
bulan Rajab dengan ikhlas,
maka pasti ia mendapat
keridhaan yang besar dari
ALLAH SUBHANAHU WA
TA ’AALA.
Barangsiapa yang berpuasa
dua hari dalam bulan Rajab
mendapat kemuliaan disisi
ALLAH SUBHANAHU WA
TA ’AALA. Barangsiapa
berpuasa tiga hari dalam
bulan Rajab, maka ALLAH
akan menyelamatkannya dari
bahaya dunia, siksa akhirat,
dari terkena penyakit gila,
penyakit putih-putih di kulit
badan yang menyebabkan
sangat gatal dan
diselamatkan dari fitnahnya
syaitan dan dajjal.
Barangsiapa berpuasa tujuh
hari dalam bulan Rajab, maka
ditutupkan tujuh pintu
neraka Jahanam.
Barangsiapa berpuasa 8 hari
dalam bulan Rajab, maka
dibukakan 8 pintu syurga
baginya. Barangsiapa yang
berpuasa 5 hari dalam bulan
Rajab, permintaannya akan
dikabulkan oleh ALLAH
SUBHANAHU WA TA ’AALA.
Barangsiapa berpuasa 15
hari dalam bulan Rajab, maka
ALLAH mengampuni dosa-
dosanya yang telah lalu dan
menggantikan kesemua
kejahatannya dengan
kebaikan dan barang siapa
yang menambah (hari-hari
puasa) maka ALLAH akan
menambahkan pahalanya."
Sabda Rasulullah SHALLALLAHU
‘ ALAIHI WASALLAM: "Pada
malam Mi'raj, saya melihat
sebuah sungai yang airnya
lebih manis dari madu, lebih
sejuk dari ais dan lebih
harum dari minyak wangi,
lalu saya bertanya Jibril as :
"Wahai Jibril untuk siapakah
sungai ini?"Berkata Jibril as:
"Ya Muhammad sungai ini
adalah untuk orang yang
membaca selawat untuk
engkau dibulan Rajab."
KEUTAMAAN BULAN RAJAB
Beberapa hadis Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
menunjukkan kelebihan bulan
rajab:
1.Hendaklah kamu memuliakan
bulan Rajab, niscaya Allah
memuliakan kamu dengan
seribu kemuliaan di hari
Qiamat.
2.Bulan Rajab bulan Allah,
bulan Sya'ban bulanku, dan
bulan Ramadhan bulan
umatku.
3.Kemuliaan Rajab dengan
malam Isra' Mi'rajnya, Sya'ban
dengan malam nisfunya dan
Ramadhan dengan Lailatul-
Qadarnya.
4.Puasa sehari dalam bulan
Rajab mendapat syurga yang
tertinggi (Firdaus).Puasa dua
hari dilipatgandakan
pahalanya.
5.Puasa 3 hari pada bulan
Rajab, dijadikan parit yang
panjang yang menghalangnya
ke neraka (panjangnya
setahun perjalanan).
6.Puasa 7 hari pada bulan
Rajab, ditutup daripadanya 7
pintu neraka.
7.Puasa 16 hari pada bulan
Rajab akan dapat melihat
wajah Allah di dalam syurga,
dan menjadi orang yang
pertama menziarahi Allah
dalam syurga.
8.Kelebihan bulan Rajab dari
segala bulan ialah seperti
kelebihan Al-Quran keatas
semua kalam (perkataan).
9.Puasa sehari dalam bulan
Rajab seumpama puasa
empat puluh tahun dan iberi
minum air dari syurga.
10.Bulan Rajab Syahrullah
(bulan Allah), diampunkan
dosa orang-orang yang
meminta ampun dan
bertaubat kepada-Nya.
Puasa dalam bulan Rajab,
wajib bagi yang ber puasa
itua.Diampunkan dosa-
dosanya yang lalu. Dipelihara
Allah umurnya yang
tinggal.Terlepas daripada
dahaga di akhirat.
11.Puasa pada awal Rajab,
pertengahannya dan pada
akhirnya, seperti puasa
sebulan pahalanya.
12.Siapa bersedekah dalam
bulan Rajab, seperti
bersedekah seribu
dinar,dituliskan kepadanya
pada setiap helai bulu roma
jasadnya seribu kebajikan,
diangkat seribu derjat,
dihapus seribu kejahatan -
"Dan barang siapa berpuasa
pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi'raj
akan mendapat pahala
seperti 5 tahun berpuasa."
- "Barang siapa yang
berpuasa dua hari di bulan
Rajab akan mendapat
kemuliaan di sisi ALLAH
SUBHANAHU WA TA ’AALA."
"Barang siapa yang berpuasa
tiga hari yaitu pada tgl 1, 2,
dan 3 Rajab, maka ALLAH
akan memberikan pahala
seperti 900 tahun berpuasa
dan menyelamatkannya dari
bahaya dunia, dan siksa
akhirat."
- "Barang siapa berpuasa
lima hari dalam bulan ini,
permintaannya akan
dikabulkan."
- "Barang siapa berpuasa
tujuh hari dalam bulan ini,
maka ditutupkan tujuh pintu
neraka Jahanam dan barang
siapa berpuasa delapan hari
maka akan dibukakan
delapan pintu syurga."
- "Barang siapa berpuasa
lima belas hari dalam bulan
ini, maka ALLAH akan
mengampuni dosa-dosanya
yang telah lalu dan
menggantikan kesemua
kejahatannya dengan
kebaikan, dan barang siapa
yang menambah(hari-hari
puasa) maka ALLAH akan
menambahkan pahalanya."
Sabda Rasulullah SHALLALLAHU
‘ ALAIHI WASALLAM lagi : "Pada
malam Mi'raj, saya melihat
sebuah sungai yang airnya
lebih manis dari madu, lebih
sejuk dari air batu dan lebih
harum dari minyak wangi,
lalu saya bertanya pada
Jibril a.s.:
"Wahai Jibril untuk siapakah
sungai ini ?"
Maka berkata Jibrilb a.s.:
"Ya Muhammad sungai ini
adalah untuk orang yang
membaca sholawat untuk
engkau dibulan Rajab ini".
Dalam sebuah riwayat
Tsauban bercerita : "Ketika
kami berjalan bersama-sama
Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI
WASALLAM melalui sebuah
kubur, lalu Rasulullah
berhenti dan beliau menangis
dengan amat sedih, kemudian
beliau berdoa kepada ALLAH
SUBHANAHU WA TA ’AALA.
Lalu saya bertanya kepada
beliau:
"Ya Rasulullah mengapakah
engkau menangis?"
Lalu beliau bersabda :
"Wahai Tsauban, mereka itu
sedang disiksa dalam
kuburnya, dan saya berdoa
kepada ALLAH, lalu ALLAH
meringankan siksa ke atas
mereka". Sabda beliau lagi:
"Wahai Tsauban, kalaulah
sekiranya mereka ini mau
berpuasa satu hari dan
beribadah satu malam saja di
bulan Rajab niscaya mereka
tidak akan disiksa di dalam
kubur".
Tsauban bertanya:
"Ya Rasulullah, apakah hanya
berpuasa satu hari dan
beribadah satu malam dalam
bulan Rajab sudah dapat
mengelakkan dari siksa
kubur?" Sabda beliau: "Wahai
Tsauban, demi ALLAH Zat
yang telah mengutus saya
sebagai nabi, tiada seorang
muslim lelaki dan perempuan
yang berpuasa satu hari dan
mengerjakan sholat malam
sekali dalam bulan Rajab
dengan niat karena ALLAH,
kecuali ALLAH mencatatkan
baginya seperti berpuasa
satu tahun dan mengerjakan
sholat malam satu tahun."
Sabda beliau lagi:
"Sesungguhnya Rajab adalah
bulan ALLAH, Sya'ban adalah
bulan aku dan bulan
Ramadhan adalah bulan
umatku". "Semua manusia
akan berada dalam keadaan
lapar pada hari kiamat,
kecuali para nabi, keluarga
nabi dan orang-orang yang
berpuasa pada bulan Rajab,
Sya'ban dan bulan Ramadhan.
Maka sesungguhnya mereka
kenyang, serta tidak akan
merasa lapar dan haus bagi
mereka."
Satu lagi hadist yang cikup
menggetarkan hati,
Rasulullah bersabda :
"Apa bila datanghari kiamat
berserulah malaikat
'Dimanakah orang orang
yang suka menghormati
bulan Rajab?' lalu keluarlah
sebuah NUR dan malaikat
Jibril dan Mikail 'Alaihi salam
mengikuti Nur itu, serta
merta mengikutlah orang
orang yang menghormati
bulan Rajab, kemudian
mereka melewati Sirthatal
Mustaqim secepat kilat yang
menyambar. Bersujudlah
mereka kepada Allah
Subhanahu wa Ta'aala
karena bersyukur dapat
melewati Sirath dengn
selamat, lalu Allah Berfirman :
"Wahai orang orang yang
suka menghormati bulan
rajab, angkatlah kepalamu
pada hari ini, kamu telah
menunaikan sujud dunia pada
bulanku, sekarang
berangkatlah menuju tempat
tempatmu "
Allah Subhanahu Wa
ta'aala.Malaikat Jibril dan
Mikail Alaihi Salam memanggil
orang orang yang
menghormati bulan rajab
dengan RAJABIYYUUN...
Sahabat Ku,mengenai riwayat
siapa dan dhoif atau
tidaknya hadist diatas
Wallahu'alam Bishowab..
Yang Paling penting adalah
Inna a'maalu Bin Niiyah.., Niat
kita berpuasa, berdzikir,
juga bersholawat Nabi,
semata mata hanya ingin
lebih dekat lagi dengan Allah,
ingin berbuat amal kebajikan
se banyak banyaknya, ingin
bisa memasuki surgaNya,
ingin mendapat Rahmat dan
Ridhonya, kalau saya pribadi
ingin sekali menjadi
HambaNya dipanggil
RAJABIYYUUN, Insya Allah saya
akan memakai moment ini
untuk lebih dekat dan dekat
lagi kepada Allah....
Perkara diterima atau
tidaknya amal Ibadah Kita
Bukanlah manusia yang
menentukan, tapi itu semua
adalah Hak Allah semata...
Semoga bermanfaat....
PS : 1 Rajab Jatuhnya hari
Senin Tanggal 14 Juni 2010
oleh :Al habib Abu Bakar
Alhabsy
HAKIKAT CINTA
Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.
Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling
berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.
Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.
Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.
Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling
berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.
Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.
Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.
Perjuangan IBlis
Sumber : LAKI-LAKI MUSLIM SEJATI ADALAH YANG MENEGAKKAN SHOLAT 5 WAKTU DI MASJID
Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.
Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.
Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.
Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian ongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari mukanya yang mulia.
Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?". "Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya, "Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.
Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.
Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.
Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.
Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian ongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari mukanya yang mulia.
Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?". "Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya, "Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.
Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.
UNTUK KITA RENUNGKAN BERSAMA
Posted By: Muhamad Andri
Untuk renungan bersama...
Subuhnya
di mana aku berada
masih enak dalam kelambu rindu
sambil berpoya-poya dengan waktu
masa bagaikan menderu
langkah tiada arah tuju
fikiran terus bercelaru
terlupa aku semakin dihujung waktu
siapa aku di depan Tuhan ku.
Zuhurnya
aku lebih memikirkan kelaparan
kehausan dan rehatku
aku lebih mementingkan tuntutan jawatanku
aku bertolak ansur dengan waktu
aku gembira membilang keuntungan
aku terlupa betapa besar kerugian
jika aku mengadaikan sebuah ketaatan
siapa aku di depan Tuhan ku.
Asarnya
aku lupa warna masa
cepat berubah bagaikan ditolak-tolak
aku masih dengan secawan kopiku
terlupa panas tidak dihujung kepala
aku masih bercerita
tentang si Tuah yang setia dan si Jebat yang derhaka
siapa aku di depan Tuhan ku
Maghribnya
aku melihat warna malam
tetapi aku masih berligar di sebalik tabirnya
mencari sisa-sisa keseronokan
tidak terasa ruang masa yang singkat
jalan yang bertongkat-tongkat
ruginya bertingkat-tingkat
siapa aku di depan Tuhan ku.
Isyaknya
kerana masanya yang panjang
aku membiarkan penat menghimpit dadaku
aku membiarkan kelesuan mengangguku
aku rela terlena sambil menarik selimut biru
bercumbu-cumbu dengan waktuku
siapa aku di depan Tuhan ku.
kini aku menjadi tertanya-tanya
sampai bila aku akan melambatkan sujudku
apabila azan berkumandang lagi
aku tidak akan membiarkan Masjid menjadi sepi
kerana di hujung hidup ada mati
bagaimana jenazah akan dibawa sembahyang di sini
jika ruangku dibiarkan kosong
jika wajahku menjadi asing
pada mentari dan juga bintang-bintang.
Untuk renungan bersama...
Subuhnya
di mana aku berada
masih enak dalam kelambu rindu
sambil berpoya-poya dengan waktu
masa bagaikan menderu
langkah tiada arah tuju
fikiran terus bercelaru
terlupa aku semakin dihujung waktu
siapa aku di depan Tuhan ku.
Zuhurnya
aku lebih memikirkan kelaparan
kehausan dan rehatku
aku lebih mementingkan tuntutan jawatanku
aku bertolak ansur dengan waktu
aku gembira membilang keuntungan
aku terlupa betapa besar kerugian
jika aku mengadaikan sebuah ketaatan
siapa aku di depan Tuhan ku.
Asarnya
aku lupa warna masa
cepat berubah bagaikan ditolak-tolak
aku masih dengan secawan kopiku
terlupa panas tidak dihujung kepala
aku masih bercerita
tentang si Tuah yang setia dan si Jebat yang derhaka
siapa aku di depan Tuhan ku
Maghribnya
aku melihat warna malam
tetapi aku masih berligar di sebalik tabirnya
mencari sisa-sisa keseronokan
tidak terasa ruang masa yang singkat
jalan yang bertongkat-tongkat
ruginya bertingkat-tingkat
siapa aku di depan Tuhan ku.
Isyaknya
kerana masanya yang panjang
aku membiarkan penat menghimpit dadaku
aku membiarkan kelesuan mengangguku
aku rela terlena sambil menarik selimut biru
bercumbu-cumbu dengan waktuku
siapa aku di depan Tuhan ku.
kini aku menjadi tertanya-tanya
sampai bila aku akan melambatkan sujudku
apabila azan berkumandang lagi
aku tidak akan membiarkan Masjid menjadi sepi
kerana di hujung hidup ada mati
bagaimana jenazah akan dibawa sembahyang di sini
jika ruangku dibiarkan kosong
jika wajahku menjadi asing
pada mentari dan juga bintang-bintang.
MENEPATI JANJI
Posted By: Luthfi Orang Biasa
Setiap muslim wajib sholat. Muslim yang baik (ihsan) dalam setiap sholat dan bertingkah laku kesehariannya selalu harus merasa diawasi oleh Allah Al-Muhaimin/Yang Maha Mengawasi. Oleh karena itu, sholat seseorang muslim yang ihsan dituntut harus khusyu, bacaannya harus tartil, gerakannya harus tertib, pelaksanaannya harus diawal waktu, dan yang tidak kalah penting diantara dua sholat, seorang yang hasan (kata benda ihsan) harus dapat menegakkan nilai-nilai sholat. Ada banyak nilai-nilai sholat; salah satunya yaitu menjaga janji.
Ada tiga kalimat janji yang diucapkan setiap muslim saat dia sholat, yaitu :
Pertama, ditengah do’a iftitah : Inna sholatii wanusukii wamahyaya wamamatii lillahi robbil ’alamiin.
Artinya : “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah Robbul
‘Alamiin”.
Muslim yang ihsan tidak dibenarkan sholat khusyu-nya karena atasannya atau karena mertuanya. Ibadah lainnya pun begitu, semua ditujukan untuk Allah SWT. Hidup dan matinya juga untuk Allah SWT. Hati, akal, dan nafsu sebagai penggerak hidup tidak boleh mencla-mencle, ke kiri atau ke kanan.
Harus senantiasa lurus ditujukan untuk Allah SWT. Konkritnya, sekali hati dan akal berjanji untuk tidak menerima gratifikasi, nafsu jangan sampai menguasainya. Yakin Allah SWT adalah khoirurrazikiin (sebaik-baiknya pemberi rezeqi).
Setiap muslim wajib sholat. Muslim yang baik (ihsan) dalam setiap sholat dan bertingkah laku kesehariannya selalu harus merasa diawasi oleh Allah Al-Muhaimin/Yang Maha Mengawasi. Oleh karena itu, sholat seseorang muslim yang ihsan dituntut harus khusyu, bacaannya harus tartil, gerakannya harus tertib, pelaksanaannya harus diawal waktu, dan yang tidak kalah penting diantara dua sholat, seorang yang hasan (kata benda ihsan) harus dapat menegakkan nilai-nilai sholat. Ada banyak nilai-nilai sholat; salah satunya yaitu menjaga janji.
Ada tiga kalimat janji yang diucapkan setiap muslim saat dia sholat, yaitu :
Pertama, ditengah do’a iftitah : Inna sholatii wanusukii wamahyaya wamamatii lillahi robbil ’alamiin.
Artinya : “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah Robbul
‘Alamiin”.
Muslim yang ihsan tidak dibenarkan sholat khusyu-nya karena atasannya atau karena mertuanya. Ibadah lainnya pun begitu, semua ditujukan untuk Allah SWT. Hidup dan matinya juga untuk Allah SWT. Hati, akal, dan nafsu sebagai penggerak hidup tidak boleh mencla-mencle, ke kiri atau ke kanan.
Harus senantiasa lurus ditujukan untuk Allah SWT. Konkritnya, sekali hati dan akal berjanji untuk tidak menerima gratifikasi, nafsu jangan sampai menguasainya. Yakin Allah SWT adalah khoirurrazikiin (sebaik-baiknya pemberi rezeqi).
Mengendalikan amarah..
Posted By : Achy Khoirun Nisa
"Dan bergeraklah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang2 yang bertaqwa, yaitu orang2 yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit dan orang2 yang suka menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, Allah menunjuki orang2 yang suka berbuat kebajikan."
Marah dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu. Tidaklah dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seseorang pemberani adalah orang yang dapat menguasai diri dan hawa nafsunya ketika marah.
Dari Abu Hurairah, bahwasannya seorang laki2 berkata kepada Rosulullah saw: "Berilah nasehat kepadaku, Rasulullah janganlah kamu marah lalu beliau mengulanginya janganlah kamu marah."
"Dan bergeraklah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang2 yang bertaqwa, yaitu orang2 yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit dan orang2 yang suka menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, Allah menunjuki orang2 yang suka berbuat kebajikan."
Marah dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu. Tidaklah dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seseorang pemberani adalah orang yang dapat menguasai diri dan hawa nafsunya ketika marah.
Dari Abu Hurairah, bahwasannya seorang laki2 berkata kepada Rosulullah saw: "Berilah nasehat kepadaku, Rasulullah janganlah kamu marah lalu beliau mengulanginya janganlah kamu marah."
Langganan:
Postingan (Atom)
belajar, bekarya, berbagi bagi semua hanya itu yang aku bisa
untuk meraih mimpi menggapai menjadi diri sendiri
sebuah Inspirasi yang tertunda
aspirasi lama yang menguat dan telah hilang mencoba untuk di angkat kembali

Ya Semangat pagi!!!
Seagalau Sesuatu harus kita lakukan dengan Semangat Agar semua Bisa berjalan Dengan penuh Semangat.
Anda Bisa mencobanya Dimana Saja jika Anda mencoba Semangat maka orang Di Sekitar Anda Akan Lebih bersemangat Karenana Semangat nada mendorong mereka Untuk tetap Semangat
Contoh nyata yang bisa kita Coba Dalam kehidupan Sehari2 kita cobalah anda ucapkan Salam dengan kawan Anda dengan penuh semangat maka anda akan mendapatkan jwaban yang penuh semasngat juga akan tetapi jika anda memberikan sebuah salam dengan perasaan lemah lesu dan letih maka akan membuat kawan anda juga merasa lemah dan letih serta lesu yang di dapat......
anda dapat menjadi seorang penyemangat uang hebat selama semangat di dalam hati anda tetap berkobar bahkan amda bisa membuat peribahan yang akan di capai bagi orang-orang yang ada di dekat anda!!!!
Kawan Semangat itu bukan hanya untuk dunia akan tetapi semangat itu juga kita lakukan untuk mencari akhirat kita
semangatilah kawan-kawan kita untuk selalu bertaqwea kepada tuhan yang maha esa dan membuat mereka mengetahuui tujuan akhir dari kehidupan ini dan memberikan terbaik bagi mereka.
Bagai mana mereka yang telah kita semangati menjadi lemah dan lesu??
Mereka menjadi lemah dan lesu karena kebiasaan sehari2 di ubah menjadi sesuatau yang tak berarti!!!
Selalu berpikir positiflah tentabng orang lain dan membuat orang lain tersenyum karena kita itu sangatlah sulit jangan samapai kita mencari orang lain yang membuat kita tersenyum karena kita adalah Kaum muda yang bisa membuat perubahan....
Hai Para pemuda Semangatlah Kalian Akan Apa Yang akan Kalian Jalani dan Berusahalah Sebaik Mungkin Karena itu Yang Akan kalian dapat kan
jika Kita berusaha melakukan yang terbaik maka Kita Pasti Tidak Akan Kecewa Untuk mendapatkannya Rasa Sukur Di dalam Dada Pasti Akan Lebih terasa.